Subscribe RSS
Taman Wisata Selorejo Aug 11

Taman Wisata Selorejo merupakan salah satu bendungan di daerah Kabupaten Malang Jawa Timur yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I.
Keindahan bendungan yang dikelilingi oleh perbukitan dan gunung Anjasmoro,
gunung Kelud, serta gunung Kawi menambahkan kesejukan udara yang dapat dirasakan.
Suhu yang sejuk 22 Celcius membuat orang betah disana. Sepanjang perjalanan menuju ke Taman Wisata Selorejo,
Anda akan disuguhi sekian banyak panorama alam yang begitu indah dan mempesona,
sekaligus tantangan menapaki jalanan naik-turun yang berliku-liku.
Keadaan seperti itu dialami dari titik mana pun Anda bertolak, baik lewat Malang-Batu, Kediri-Pare, Jombang-Pare, maupun Blitar-Wlingi.
Namun, perjalanan yang bisa disebut menyerempet “petualangan” itu segera berakhir begitu Anda memasuki kompleks wisata Waduk Selorejo.

Istirahatlah di lokasi “pasar makanan” yang didominasi berbagai jenis ikan goreng dan bakar.
Pilih warung yang berlokasi di pinggir waduk, dan Anda bisa sepuas-puasnya menatap panorama indah di atas air

sampai menembus desa-desa di seberang sana.
Jembatan gantung di Taman Wisata Selorejo menjadi sarana untuk menghubungkan kolam renang dengan taman wisata.
Bagi mereka yang mempunyai hobi jalan sehat, jembatan gantung merupakan jalur jogging track di sepanjang sisi waduk.
Keliling Taman Wisata Selorejo menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangan
waduk Selorejo dengan menggunakan sarana perahu mesin maupun perahu dayung.

Gunung Bromo dan Semeru Aug 11

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun. Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian kurang lebih 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (kurang lebih 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah kurang lebih 800 meter (utara-selatan) dan kurang lebih 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.

Wisata Air Terjun Coban Rondo Aug 11

Wanawisata Air Terjun coban Rondo terletak di Desa Pondesari, Kec. Pujon, Kota Batu Malang berada di ketinggian 1200 meter dpl (diatas permukaan laut), dengan suhu rata-rata sekitar 22 derajad Celcius. Aliran airnya berasal dari Sumber Cemoro Dudo, dengan debit 90 liter per detik pada musim kemarau dan menjadi 150 liter per detik pada musim hujan.

Coban Rondo ditetapkan sebagai agrowisata, mengingat kegiatan pertanian dikawasan ini memiliki banyak pesona, seperti pembudidayaan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Selanjutnya kawasan Air Terjun Coban Rondo dikembangkan menjadi agroekowisata sebagai upaya yang mengarah pada usaha produktif dan komersial, tanpa mengurangi pesona wisata dan mengesamping kan ekologi sumber daya alamnya.

Potensi lainnya berupa Gua Saru dan Tapan, berada dikanan-kiri air terjun. Sebenarnya ada yang lebih menarik lagi, Diatas air terjun Coban Rondo ini terdapat Coban Manten (1.300 meter dpl) yang bisa ditempuh melalui bumi perkemahan, dengan jarak sekitar 4 km. Dinamakan Coban Manten karena ada dua air terjun yang berdiri sejajar layaknya pasangan pengantin di pelaminan. Tinggi airnya mencapai 85 meter, namun obyek ini biasanya hanya dikunjungi para pendaki gunung karena jalannya yang sulit, menanjak dan melewati semak belukar.

Sedikit naik diatas Coban Manten terdapat Hutan Cemara Kendang (1.400 meter dpl). Di kalangan warga masyarakat setempat, kawasan ini dikenal sebagai hutan Lali Jiwo. Seperti halnya Coban Manten, kawasan ini juga sering dikunjungi para pendaki gunung karena jalannya yang berkelok-kelok. Keunikan Coban Rondo dengan segala misterinya memang menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan asing maupun wisatawan lokal bahkan para pejiarah untuk mengunjunginya.

Jawa Timur Park (JTP) Aug 10

A. Selayang Pandang

Jawa Timur Park (JTP) merupakan obyek wisata keluarga di Kota Batu, Malang, yang menawarkan wahana belajar dan rekreasi yang komplit untuk segala usia. Anak-anak sekolah, mulai dari TK hingga SLTA, mahasiswa, dan masyarakat umum pun bisa belajar sambil berekreasi di kawasan JTP. Di dalam obyek wisata yang luasnya sekitar 22 hektar dengan ketinggian 850 meter di atas permukaan laut ini, terdapat wahana taman bermain dan taman belajar yang disertai alat peraga ilmu terapan, seperti biologi, kimia, matemetika, dan fisika. Begitu masuk kawasan taman belajar, pengunjung langsung bisa menyaksikan dan mencoba hasil karya teknologi inovasi pengetahuan dan permainan dari 12 outlet yang luasnya rata-rata 1000 meter persegi.

Obyek wisata yang diresmikan pada Sabtu, 02 Maret 2002 oleh Menteri Riset dan Teknologi (Meristek), Ir. H. M. Hatta Rajasa, ini memadukan secara serasi konsep pendidikan (education) dan konsep pariwisata (tourism), yang dapat menjadi sarana penyebaran informasi tentang hiburan dan khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Pendekatan JTP untuk menyampaikan iptek dilakukan melalui berbagai media dengan tujuan meningkatkan apresiasi terhadap iptek, merangsang rasa ingin tahu (curiousity), menumbuhkan kesadaran, memancing kreatifitas, dan meningkatkan gairah belajar.

B. Keistimewaan

Dengan konsep one stop service, JTP kini menjadi tempat wisata favorit dan bahkan sudah menjadi icon pariwisata Jawa Timur. Dengan berbagai keistimewaannya, JTP memiliki beberapa bagian area, di antaranya area pendidikan, area hiburan, area wisata belanja, dan area fauna, yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan hiburan. Khusus di area fauna, terdapat tiga wahana yaitu taman burung, taman reptil, dan taman ikan, yang semuanya memiliki keistimewaan dalam penyajian di dunia pendidikan, pengetahuan, dan hiburan. Taman burung berisi sekitar 300 jenis burung dengan segala spesiesnya. Sedangkan taman reptil berisi buaya, ular, dan biawak. Selain itu, di JTP juga terdapat taman sejarah, insektarium, diorama binatang, dan baby zoo. Di taman sejarah, misalnya, pengunjung bisa menyaksikan koleksi replika arca-arca Hindu dan Buddha, miniatur bangunan sejarah, dan diorama terbuka. Diorama tersebut menyajikan adegan aktivitas manusia secara kolosal, mulai masa prasejarah, Hindu, Buddha, Islam, hingga era kolonial Belanda.

Keistimewaan lain yang bisa dinikmati di kawasan JTP adalah taman agro yang menyajikan tanaman dan buah-buahan langka, serta sarana bermain seperti bolling, lempar bola, dan disco skuter. Selain itu, berbagai sarana rekreasi juga tersedia di JTP, seperti galeri foto, berperahu di atas kolam, rumah hantu, sirkuit go kart, play ground, taman sesat, kolam renang, zona petualangan, dan ruang permainan. Ada juga mini jet, jet coster, dan rumah pipa.

Di lokasi JTP juga terdapat beberapa outlet lain yang patut dikunjungi wisatawan, antara lain kampung seni, pasar buah dan pasar hewan, serta galeri supermarket. Kampung seni menyuguhkan hasil-hasil karya seni dan souvenir dari pelbagai daerah di Indonesia. Selain itu, di JTP juga terdapat alat peraga

Category: Uncategorized  | One Comment